Cari Aku dan Baca!

Hai kamu di sana, ayo bermain petak umpet denganku dan dunia di sini.
Cari aku dan bacalah aku!
Pilih mana yang ingin kamu
baca dan berjejaklah di kolom komentar agar aku tahu kamu telah menemukanku seperti dunia yang telah menemukanku.
Lalu, aku akan mencarimu di tempatmu berada dan menemukanmu seperti dunia yang telah menemukanmu.
Kalau aku sudah memosting sesuatu yang baru, aku pasti mengunjungi balik duniamu.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Indie Movie: Aku Gadis Indonesia – Karya Pertama

Hai Indonesia, bagaimana duniamu hari ini? Semakin indah tidak? Semoga selalu semakin indah ya. Aku bangga menjadi anak negeri tercinta ini. Karena dari Indonesialah aku menemukan kehidupan penuh cerita dan kehidupan yang sebenar-benarnya.


Apa benar di antara darah-darah, ketakutan, kegelisahan, tangisan dan masih banyak perasaan-perasaan yang menghantui kita masih ada persahabatan dan cinta. Adakah? Tak pernah aku bayangkan persahabatan dan cinta akan terjalin di atas perang.



Paragraf di atas adalah paragraf pembukaan dari salah satu cerpenku yang berhasil terbit di koran Malang Post dengan judul “Aku Gadis Indonesia”, terbitnya bulan agustus tahun kemarin. Waktu itu tepatnya sedang bulan ramadhan kan? Nah, cerpen itu juga dijadikan film indie. Sebenarnya aku tidak mengajukan diri, tapi ada yang minta, akhirnya dibikin. Aku bikin skenarionya, tapi versinya beda untuk mengikuti permintaan produser. Nah, kalau versi cerpennya, kalian bisa baca selengkapnya di sini.



Mungkin kalian sedikit banyak menemukan perbedaan antara cerpen dan filmnya. Tapi, aku akan bercerita pengalaman pertama membuatfilm pendek ya. Kalau di sini aku mau cerita-cerita tentang beberapa adegan di filmnya.


Ini film pendek yang bentuknya film omnibus. Apa itu film omnibus? Kalau menurut pengalamanku sendiri, film omnibus adalah beberapa film yang digabung menjadi satu film. Contohnya seperti film pertama itu judulnya SMS dan dia berlatarkan anak kuliahan di kampus dan di rumah. Sedangkan yang kedua adalah film dengan jaman penjajahan dengan judul Aku Gadis Indonesia. Lalu, yang terakhir judulnya film Kalung yang menceritakan bagaimana segerombolon anak muda sedang menjelajahi hutan sambil mengambil beberapa foto tentang hutan. Nah, dari ketiga judul itu harus jadi satu judul (di sini jadi judul DIMENSI) dan berkesinambungan atau dikatakan saling nyambung. Intinya begitu dan biasanya di film terakhir semua jawaban terjelaskan. Tidak harus tiga film sih, bisa lebih atau cukup dua saja. Yang penting dua atau lebih.

Film Omnibus Indie - Dimensi
Nah itu tadi judul utamanya, lalu akan diikuti oleh film pertama sampai film terakhir. Kebetulan aku penulis dari film kedua. Oh ya, ngomong-ngomong setiap film itu harus ada crew sendiri-sendiri lho, mulai dari sutradara sampai yang paling terakhir. Kecuali produsernya, cukup satu orang saja.

Jangan suka smsan terus. :)
Inti filmnya itu ada seorang mahasiswi yang HP-nya selalu sepi dan dia kadang-kadang suka sms ke nomornya sendiri untuk sekedar curhat atau membuat ringtone HP-nya berbunyi. Lalu, entah kenapa tiba-tiba setelah dia SMS ke nomornya sendiri yang seharusnya balasannya itu tetap kata-kata yang dia kirim, tiba-tiba dia malah dib alas dengan nomornya sendiri. Bayangkan jika kamu di SMS nomor kamu sendiri? Lalu, di SMS itu dia ngaku-ngaku kalau dia itu adalah kamu di masa depan. Apa kamu tidak takut? Apalagi setiap SMS masuk itu bunyinya mewanti-wanti kamu untuk harus hati-hati karena akan kesialan yang akan kamu temui. Awalnya kamu tidak percaya, tapi ternyata kamu benar-benar mengalaminya. Sejak saat itu kamu mulai ketergantungan dengan SMS dari kamu di masa depanmu. Kesialan demi kesialan bisa kamu hindari sampai kesialan paling puncak, lalu dia tidak pernah lagi muncul dan SMS kamu ke nomor kamu sendiri itu pending. Kamu mulai kembali sial karena tidak ada bantuan dari dia. Kamu pun kembali mengalami kesialan-kesialan dan akhirnya sial terpuncaknya datang dan jawabannya ada di film terakhir.
Itu nama yang nulis skenarionya, cewek berhijab lho.
Setelah film pertama selesai dan meninggalkan banyak hal yang membuatmu penasaran, film kedua dimulai. Film ini berjudul Aku Gadis Indonesia. Nah, di sini aku yang menulis skenarionya dan sudah mengalami puluhan kali debat dengan produser dan sutradaranya. Sehingga mengalami puluhan kali revisi.
Diucapkan dengan penuh perasaan, pasti makin bangga.

Sedang berlari di hutan dengan Maria yang linglung.


Inti filmnya – seorang gadis dari Indonesia-jawa (Maimunah) dia bersahabat baik dengan gadis asal Belanda (Maria) dan pada saat mereka sedang bersahabat, ada beberapa pihak yang tidak mendukung persahabatan mereka. Beberapa pihak itu adalah orang-orang jawa dan para tentara Jepang. Mereka menganggap Maimunah adalah gadis gila karena bersahabat dengan Maria. Akhirnya mereka berlari dengan dikejar beberapa orang jawa dan tentara Jepang. Di dalam pelarian mereka Maria terjatuh.

Adegan paling melelahkan untuk pemain dan crew.
 
Take yang diulang-ulang sampai yang jadi Maria pengen nangis.

Tentara-tentara capek bawa pistol yang geda dan berat itu.




Adegan Maimunah mau di perkosa. Haduu... Haduu...

 
Tentara Jepang lagi nembak Maimunah disemangati sekutu Jepang.

Nah dari sinilah kisah dimulai. Ketika Maria terbangun dari jatuhnya, dia seperti gadis linglung dan bahkan dia tidak mengenali hutan yang baginya asing dan bahkan dia tidak kenal siapa itu Maimunah yang masih menggandeng tangannya dalam kejaran tentara Jepang. Begitu mereka jauh dari tentara Jepang – Maria mulai bertanya siapa gadis jawa yang menggandengnya, di mana dia, siapa dirinya sendiri, siapa Maria karena nama dia bukan Maria, kenapa dia jadi bertubuh seperti bule, dan dia juga mengaku-ngaku “Aku Gadis (asli) Indonesia”. Maimunah pun berpikir Maria hilang ingatan… Begitu Maimunah menjelaskan, Maria bahkan bingung, mengapa dia bisa berada di jaman penjajahan.
Di dalam pelarian itu, Maimunah berjanji akan selalu menjaga Maria seperti dia menjaga kalung yang diberikan Maria dulunya. Tapi, Maria terus menyangkal karena dia merasa dia bukan Maria. Mereka kembali berlari ketika ditemukan segerombol tentara Jepang dan orang Jawa yang menjadi sukutu Jepang. Dalam pelarian itu Maimunah tertangkap dan kalungnya terjatuh, lalu Maria yang masih berlari di tembak kakinya dan dipukul kepalanya sampai pingsan. Ketika Maria pingsan, Maimunah diperkosa, dan di tembak mati. Maria terbangun ketika mendengar tembakan dan berlari meninggalkan Maimunah yang sudah meninggal. Pada akhirnya Maria tertembak dan meninggal ketika sedang berlari dalam keadaan pincang.

Tuh liat! Namaku tercantum kan. Hhehe... *sombong
Di film ketiga adalah kunci atau jawaban dari film kedua dan pertama. 

Jawaban dari semua film; :)


Inti filmnya, ada segerombolan anak kuliahan yang sedang ke hutan untuk hunting foto. Ketika mereka mau ke hutan, salah satu di antara mereka bertanya tentang jalan ke seorang nenek karena tidak tahu jalan. Begitu sampai di hutan dua anak kuliahan masuk ke hutan duluan, mengecek keadaan, dan tiga lainnya masih menunggu di dalam mobil. Ketika dua anak itu mengecek, mereka mengambil beberapa foto hutan, lalu salah satunya menemukan kalung dan diletakkannya di dalam saku bajunya. Lalu, mereka kembali mengambil foto-foto dan ternyata mereka melihat hantu di dalam kamera mereka. Begitu mereka menoleh, hantu (Maimunah) itu ada dan mereka berlari. Di lain sisi salah satu teman (Kartika) yang menunggu di dalam mobil itu melihat hantu Maimunah (film pertama). Diapun bercerita ke pacarnya kalau dia tadi bermimpi (film Aku Gadis Indonesia) dan gadis yang sibuk dengan HP-nya tidak peduli, dia terus mencari-cari sinyal untuk kembali bisa bersms dengan dirinya di masa depan. Kartikapun berusaha mengejar hantu Maimunah karena penasaran dan diikuti yang lainnya. Ketika mereka sedang mengejar, mereka terbunuh. Dua anak yang masih di dalam hutan itu masih berlari-lari berusaha menemukan jalan keluar. Begitu bertemu mobil, mereka langsung menyetirnya jauh-jauh. Tapi, belum jauh yang menyetir teringat perkataan seorang nenek yang tadi ditanyai tentang jalan, “terus saja, tapi inget jangan mengambil apa-apa dari hutan…” dia melihat temannya membawa kalung dari hutan, “dan jangan melewati batas.” Dan tiga orang tadi melewati tulisan “Jangan Melewati Batas” dan mati di hutan dalam keadaan mengenaskan, begitu juga yang SMS-an, itulah kesialannya yang terpuncak. Sedangkan yang ada di mobil akhirnya melihat hantu Maimunah di kursi belakang dan mereka menabrak pohon dan meninggal dengan kalung yang hampir terjatuh.
Penulis skenarionya cowok ganteng yang unyu-unyu. *terbang dia


Wiiih… yang pertama masih kehidupan sehari-hari yang sedikit horror, kedua film penjajahan, dan yang ketiga film horror banget. Gimana menurut teman-teman film indieku yang pertama dengan teman-teman Kine Klub? Keren nggak? Maaf ya, untuk film-film yang lain tidak aku kasih gambar-gambar cuplikan adegannya. Kan niatnya tadia mau cerita kalau aku sudah bikin karya pertama indie movie.
Terima kasih teman-teman dan crew Kine Klub.


Kalau temen-temen ingin menonton filmnya, temen-temen bisa melakukan acara nobar atau nonton bareng dengan menghubungiku via twitter/facebook. Nanti aku bisa minta ke produsernya untuk mengadakan nobar bersama kalian. Kalau bisa seramai mungkin ya, biar kami bisa datang ke tempatnya. Terima kasih...

28 komentar:

  1. tertarik sama semua filmnya, jadi pengen nonton :D

    BalasHapus
  2. waha mbaknya hebat sekaliii.
    sukses buat filmnya :))

    BalasHapus
  3. wah vintage dari screenshootnya bikin penasaran..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasii ya, . D bkin penasaran emang. Hhehe. , XD

      Hapus
  4. cerpennya terbit, ternyata talenta lainnya adalah jago membuat film...kisah maimunah dan maria...benar2 luarbiasa...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kakak, .
      Semoga ada kisah sesungguhnya. Amiin. ,

      Hapus
  5. Hai, nyempetin mampir nih ! Makasih udah main ke blog :))
    Kamu kritis juga ya, kalah nih hehe. Kecil-kecil cerpennya udah bisa dibuat film indie, filmnya bikin penasaran juga.

    Di malang kan ? Aku SBY, boleh lah ngajak-ngajak, pengen tau seputar film nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhehe, .
      Makasih Kakak, . ya beginilah aku, mengikuti jejak soe-hok gie. :D
      Tp, lebih introvert d bandingkan dia?!

      Yupz, mampirlah ke malang. Wiih, aku nggag begitu tau tentang bikin film. taunya ya nulis.

      Hapus
  6. cool! masukin ke Indie Bareng doong :D biar di screening hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, "indie bareng" itu apa ya?! ~,~

      Hapus
  7. mantep,,semoga tambah bagus kedepannya :)

    BalasHapus
  8. Mau Nonton share Free dong heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah, aku nggak punya hak ntuk itu. yg punya hak bu produsernya. --" maaf. ,

      Hapus
  9. ah gak asik klo gak sama film nya... :3 #modus

    BalasHapus
  10. Wah ngeliat film yg kedua jadi inget sama film bikinan pas masih SMA dulu, topik dengan setting pas zaman kolonial gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti kereen yaa filmnya?! Boleh dong kapan2 di share. :D

      Hapus
  11. Keren, ya, kecil-kecil udah berkarya sebaik ini :O

    BalasHapus
  12. Keren nyd. Puisinya bagus, pantes diterbitin. Setelah baca ini, jadi pengen nonton kisah maimunah. Masih penasaran soalnya, maria itu linglungnya kayak gimana? kenapa dia gitu? apa dari lahir atau gimana? :D

    BalasHapus
  13. kek nya keren tuh yang hantu maimunah

    BalasHapus
  14. Loh heh, kamu anak kine? :O

    Aku pernah ikut produksi bersama kine hehe

    BalasHapus
  15. Wow! Great job!! You should proud of yourself!!

    BalasHapus

Berjejaklah ketika berpetualang di sini.

TERIMA KASIH sudah membacaku dan telah berjejak di kolom ini.