Cari Aku dan Baca!

Hai kamu di sana, ayo bermain petak umpet denganku dan dunia di sini.
Cari aku dan bacalah aku!
Pilih mana yang ingin kamu
baca dan berjejaklah di kolom komentar agar aku tahu kamu telah menemukanku seperti dunia yang telah menemukanku.
Lalu, aku akan mencarimu di tempatmu berada dan menemukanmu seperti dunia yang telah menemukanmu.
Kalau aku sudah memosting sesuatu yang baru, aku pasti mengunjungi balik duniamu.

Jumat, 17 Januari 2014

Masihkah semua bisa sama? | Surat Untuk Blog Dunia

Teruntuk sayangku,

Dunia, masihkah mau melihatku?

Aku masih melihatmu… Bahkan, aku selalu merindukanmu. Mungkin aku sudah menyisihkanmu. Membiarkanmu bertumpuk bersama debu dan sarang laba menemani kesepianmu tanpaku. Maafkanlah, sungguh aku tak ada maksud melupakanmu di pojok kolong lemari. Memang, aku sudah menyia-nyiakanmu. Seharusnya aku selalu sama untukmu, seharusnya tak ada yang berubah menjadi buruk. Seharusnya aku tak hancurkan perasaanmu.  Masihkah dunia melihatku? Aku masih melihatmu dunia.

Ingatkah kau, dunia…

Dunia, dari sekian banyak mantan kekasihku (blog-blog yang pernah mendampingi hidupku). Hanya kau yang paling kusayangi saat itu, saat ini, bahkan kuharap saat berikutnya datang. Karena kaulah satu-satunya kekasih yang paling mengerti aku, kaulah satu-satunya yang mampu menampung setiap tumpahan kesedihan maupun kebahagiaanku. Kau selalu membuka lebar-lebar hatimu dan mengajakku berkeliling dari satu bilik ke bilik lainnya, menjelajahi setiap apa yang terjadi di setiap sisi duniamu – dari sisi yang paling besar sampai sisi yang paling kecil. Semoga kau selalu mengingatnya dengan baik, dunia.

Dunia, bolehkah aku menggandengmu lagi?

Mungkin waktu berjalan terlalu lambat untuk menyadarkanku. Dunia, kau tahu… aku menyesalinya teramat sangat penuh. Hatiku menginginkanmu kembali menjadi apa saja untukku. Everything is you… Aku ingin menunjukkan lagi bahwa matahari masih secantik pertama kali aku terlahir di dunia ini. Bulan masih semanis malam-malam kulewati dengan dongengmu. Bintang-bintang masih belum mampu kita hitung bersama. Angin masih membuatku hidup. Dan masih banyak lagi… Aku ingin membaginya bersamamu, dunia. Aku ingin terbang, sebebas-bebasnya denganmu. Aku ingin kembali merasakan hangatnya gandenganmu di telapak tanganku… Bolehkah aku mengulangi semuanya bersamamu lagi?

Maafkan aku…

Dunia, terlalu sering aku mendengar mereka berucap janji dan mengingkar janji mereka sendiri. Bagiku janji bukanlah perkara mudah meskipun mudah saja diucapkan dan diingkarkan. Belajar dari mereka, maafkan aku tak bisa menjanjikan apa-apa kepadamu selain (saat ini) aku ingin bersamamu lagi. Entah, untuk besok, lusa, dan nantinya… Akankah masih sama? Aku hanya berharap, semoga masih sama.

Mungkin aku tak sesempurna…

Setiap aku bisa melewati per detiknya waktuku di dunia ini denganmu, aku selalu menemukan apa pun yang kucari. Meskipun aku tak sesempurna mereka, aku masih bisa menghargai betapa berharganya waktu bersamamu, dunia. Meskipun aku tak sesempurna tata surya, aku masih bisa melewati hidup ini penuh warna denganmu. Meskipun aku tak sesempurna dunia, aku ingin dunia melihatku (selalu).

Dunia, masihkah semua bisa sama?

Aku tidak meminta apa pun kecuali kau mau disisiku lagi. Kita lewati bersama-sama. Bercerita apa saja kepada mereka dan melihat apa saja dari mereka.



Dari aku yang merindukanmu,
Einid Shandy

30 komentar:

  1. Dan, ketika penasaran membaca "teruntuk sayangku, duniamelihatku dot blogspot dot com", ternyata kembali lagi ke blog ini. Ah, rupanya surat ini diberikan untuk blog tersayang ini, ya? Hehehe. Ada kalimat mantan kekasih, jadi... kenapa kamu dan blog ini memutuskan hubungan? *mulai bergosip* hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, surat kembali kepada kekasihku.
      Eh, kenapa? Mungkin saat itu aku jenuh dengan blog ini.
      Tp, ah tidak! Tidak akan lagi jenuh. Sudahlah, itu masa lalu.
      Hhihi...

      Hapus
    2. Ini kayaknya ganti template ya? haha.
      Iyaaa harus sayang banget sama blog kita, gimana dia selalu setia menunggu-nunggu empunya yang (sok) sibuk buat nulis poting baru lagi :))

      Hapus
    3. Kagag kok, tetep sama seperti saat pertama kali tatapan kami saling bertemu. *ciieeeh...

      Iyaaa, hanya blog kekasih yang mau menunggu tanpa banyak ngomel dibanding dengna kekasih lainnya, padahal si empu (sok) sibuk buat nulis posting baru. Hhihi... :))

      Hapus
  2. kata-kata ini pas juga nih buat aku : Mungkin aku tak sesempurna…
    Setiap aku bisa melewati per detiknya waktuku di dunia ini denganmu, aku selalu menemukan apa pun yang kucari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya memang iya jika kamu sudah nyaman dengan tokoh "kamu" yg menemani hidupmu. :)

      Hapus
  3. Wow blog lebi hebat dari mantan kekasih *agree :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, blog ini lebih hebat dari mantan2 kekasih. Hhehe...

      Hapus
  4. Ini tulisan bagus, sumpah.
    Dan, ketika saya adalah cowok pertama yang berkomentar di blog tersayang punya si Einid.
    Oh, Tuhan? Ada apa gerangan? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, sumpah.
      Ketika akhirnya komentar dari cowok yg aku tunggu2 datang.
      Dan ternyata kamu yg datang.
      Ada apakah gerangan?
      Hhehehe...

      Hapus
    2. gue temenin komen deh mat :p
      halooo, salam kenal wahai penulis blog :D

      Hapus
    3. Eh, ciee...
      Ada yang nemenin? :D
      Nemenin apa gangguin Kak? Hhihi...

      Haloo juga, salam kenal wahai penulis komentar. Upz... :D

      Hapus
  5. bagus banget tulisannya kak.

    BalasHapus
  6. menginspirasi sekali :) :) ..

    blogwalking :) .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah jika menginspirasi sekali.

      Hapus
  7. Ini buat blog?
    Terharuuu... buat blog aja bisa sedalem ini, apa lagi buat kekasih beneran @_@

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, ini buat blog. salah yaa? Upz...

      Kalo buat kekasih beneran? Lebih dalem kayaknya, semoga sajaah. Hhihi... :))
      Ya udeh, jadilah kekasih biar dapet surat yg lebih dalem dari pada sumur. Hhehe...

      Hapus
  8. Si kakak sudah kasih surat cinta aja buat blognya. Lah gue? Sarang laba-laba di blog sendiri aja belum gue bersihin. Hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhaha... Itu mah salah elo aja sebagai empunya si blog nggag mau bersih2. Tapi, kodratnya cowok sih males bersih2. Kamar aja itu dibiarin gitu,.. (sok tau amat sih) Hhehe... :))

      Hapus
  9. diksinya bagus banget, suka bikin puisi ya? keren2....
    oya, mampir ke blogku ya, ada review tentang buku kroyokanku hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhehe...
      Kalo puisi enggag begitu sih, soalnya bukan pujangga. Tapi, Einid Shandy.

      Ok deh... segera meluncur Kaka.

      Hapus
  10. dh keren ini, gue kira dunia nama orang hahaha
    ternyata nama blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenalin, Dunia - namakekasih gue (blog)
      Hhehe... keren kan Kak nama blog gue?! :))
      Nama lo juga keren kok.

      Hapus
  11. kerend,,, kunjungi juga ya blog kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Kakak...

      Oke deh, segera datang maen2 ke sana!

      Hapus
  12. cara pandang yang bagus terhadap sesuatu. manteb sista! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara berkomentar yg bagus. Hhihi...
      Thanks bray! :)

      Hapus
  13. halo...
    saya datang lagi..
    tombol follow di blog saya ada di miztia-respect.blogspot.com
    silahkan kunjungi ya :) .

    BalasHapus
  14. ketika sekarang banyak orang yang mengumbar janji, namun, kita sendirilah yang paling sulit untuk menepati janji..

    terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. jadi sadar bahwa setiap manusia memang harus terus berproses :)

    BalasHapus

Berjejaklah ketika berpetualang di sini.

TERIMA KASIH sudah membacaku dan telah berjejak di kolom ini.