Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Review Novel: "O" Karya Eka Kurniawan

Gambar
Judul: O Penulis: Eka Kurniawan Penerbit: Gramedia Pustaka Umum (GPU) Cetakan pertama Maret 2016 Halaman: 470 ISBN: 978-602-03-2559-0
O – bukankah judulnya terlalu sederhana dengan cover seekor monyet? Dan banyak orang yang mengenal karya Eka Kurniawan mengatakan bahwa novel O adalah novel yang bercerita tentang seekor monyet yang ingin menjadi manusia. Ini begitu lucu dan sederhana? Tapi, bukankah menggelitik? Apalagi jika sudah mengenal Eka Kurniawan melalui karya-karyanya yang sebelumnya. Bagaimana dia mengemas isi ceritanya kali ini?
TENTANG SEEKOR MONYET YANG INGIN MENIKAH DENGAN KAISAR DANGDUT“A master novelist not to be missed.”Oprah.com(Cover belakang)

Review: FOR ONE MORE DAY BY MITCH ALBOM

Gambar
“Mothers hold their children’s hand for moment and their heart for lifetime”. From the quotation, it can be understood that parents have the good role to nurture their children, especially a mother. The parents nurture children with their actions and their feelings. In order for children to develop in all aspects, the parents must have supported in all areas.

Without a Teacher, I’m not like Today

Gambar
“What do you do now?” “I work at office. What’s your job?” “Great! Well, I’m a Doctor.” “Really? I should visit you if I’m sick.” “Haha… You must.” “Back to the time we were students, both of us were really naughty.” “But, I remember one of our teachers has never been bored reminding us to be good people.”
So, what do you work now? Or are you still a student? Ingat! Kamu bisa sampai di titik sekarang itu selain karena orang tuamu, ada orang tua kedua—yes, your teacher. Kamu tanpa mereka, kamu tidak akan bisa di titik sekarang. Meskipun sekarang kamu masih sekolah ditingkat yang lebih tinggi, kerja, atau hanya di rumah. Siapapun kamu? Apapun yang kamu lakukan? Entah itu jadi Pedagang Kaki Lima (PKL), tukang parkir, atau bahkan jadi orang hebat di dunia ini.

Review Film: Dead Poets Society by Peter Weir

Gambar
Dead Poets Society 1989 American Film Written by Tom Schulman Directed by Peter Weir Starring Robin Williams


“Kita tidak membaca dan menulis puisi sebab hal itu manis. Kita membaca dan menulis puisi sebab kita merupakan bagian dari umat manusia. Dan umat manusia dipenuhi dengan gairah. Pengobatan, hukum, bisnis, teknik: itu semua adalah pekerjaan yang mulai dan diperlukan untuk mempertahankan hidup. Tetapi, puisi, kecantikan, asmara, cinta… berguna bagi kita untuk tetap hidup.” John Keating
APA yang kau inginkan dalam hidupmu? Tentu sebuah kebebasan menjadi apa dan siapa. Itulah keinginan siapa saja yang hidup di dunia ini, terutama anak-anak. Namun, apakah setiap anak memiliki kebebasan? Tidak semuanya, tidak sedikit anak-anak dipaksa mewujudkan cita-cita atau keinginan orang tua.

Andai Saja

Gambar
DUNIA, betapa lelahnya akhir-akhir ini bagiku. Di mana aku adalah seseorang yang paling tidak menyukai tidur terlalu larut malam apalagi berangkat tidur di pagi hari. However, akhir-akhir ini aku terpaksa melakukannya. Bahkan, bisa dikatakan setiap hari tidurku begitu larut hanya karena aku harus berkutat dengan netbook.  Dear, sorry… I have not been here when I was facing my netbook at midnight, it happened because I worked.

Review Novel: Cantik itu Luka Oleh Eka Kurniawan

Gambar
Judul: Cantik itu Luka (Beauty is a Wound) Penulis: Eka Kurniawan Penerbit: Gramedia Pustaka Umum (GPU) Cetakan ketujuh Juli 2015 Halaman: 479 ISBN: 978-602-03-1258 Telah diterjemahkn ke bahasa Jepang dan Malaysia, dan segera terbit dalam bahasa Inggris New Directions, New York)
CANTIK itu menyenangkan dan anugrah bagi yang mendapatkannya tanpa harus membeli kosmetik, obat-obatan, atau bahkan operasi plastik. Tapi, novel milik Eka Kurniawan ini menghadirkan bahwa cantik itu tidak selamanya menyenangkan dan anugrah. Mengapa bisa demikian?
“Di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik. Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberikan nama Si Cantik.” (Cover belakang)

HADAPANMU

Gambar
LAST Sunday gagal berkunjung ke bilik ini tapi hari ini berhasil berkunjung ke bilik ini karena gagal ke kantor. Hai Duniaku, apa kabarnya? Selamat delapan hari setelah hari kita kembali ‘jadian’. Yap, aku dan dunia kembali bersama dan semoga tidak ada cerita putus nyambung lagi. Semoga. Sorry, I can’t promise you anything but I always try to stand next to you wholeheartedly.

PEMBARUAN DUNIAKU

Seharusnya aku telah mengetik begitu banyak ketikan di sini tapi bertahun-tahun aku memilih meninggalkan bilikku di sini. Seakan-akan aku telah meninggalkan dunia. Tidak! Sesungguhnya aku masih menari riang gembira dalam suka duka di dunia, hanya saja aku terlunta-lunta tanpa dinaungi sebuah bilik pun yang membiarkan kamu melihatku. Seakan-akan bilik ini tidak ada bagus-bagusnya. Seakan-akan percuma berbagi cerita di bilik ini. Seakan-akan… Aku akan ditertawakan oleh orang-orang jika aku berbagi.
Tapi… sepertinya, seharusnya aku telah bercerita begitu banyak cerita di sini.