Cari Aku dan Baca!

Hai kamu di sana, ayo bermain petak umpet denganku dan dunia di sini.
Cari aku dan bacalah aku!
Pilih mana yang ingin kamu
baca dan berjejaklah di kolom komentar agar aku tahu kamu telah menemukanku seperti dunia yang telah menemukanku.
Lalu, aku akan mencarimu di tempatmu berada dan menemukanmu seperti dunia yang telah menemukanmu.
Kalau aku sudah memosting sesuatu yang baru, aku pasti mengunjungi balik duniamu.

Minggu, 10 Juli 2016

Review Film: Dead Poets Society by Peter Weir

1989 American Film
Written by Tom Schulman
Directed by Peter Weir
Starring Robin Williams


from googling

“Kita tidak membaca dan menulis puisi sebab hal itu manis. Kita membaca dan menulis puisi sebab kita merupakan bagian dari umat manusia. Dan umat manusia dipenuhi dengan gairah. Pengobatan, hukum, bisnis, teknik: itu semua adalah pekerjaan yang mulai dan diperlukan untuk mempertahankan hidup. Tetapi, puisi, kecantikan, asmara, cinta… berguna bagi kita untuk tetap hidup.” John Keating

APA yang kau inginkan dalam hidupmu? Tentu sebuah kebebasan menjadi apa dan siapa. Itulah keinginan siapa saja yang hidup di dunia ini, terutama anak-anak. Namun, apakah setiap anak memiliki kebebasan? Tidak semuanya, tidak sedikit anak-anak dipaksa mewujudkan cita-cita atau keinginan orang tua.


from googling

Dead Poets Society adalah film Amerika tahun 1989 yang ditulis oleh Tom Schulman dan berlatar di sekolah asrama elit khusus laki-laki, Akademi Welton di Vermont, mengisahkan fenomena pendidikan yang terjadi di Inggris pada tahun 1970an, sekolah yang menganut prinsip, tradisi, kehormatan, dan prestosi. Sehingga, banyak orang tua yang tertarik menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini dengan alasan agar anak-anaknya dapat di terima di sekolah atau universitas unggulan berikutnya.

Film ini memiliki alur maju dengan diawali mulainya ajaran tahun baru setelah libur panjang musim panas. Salah satu siswa bernama Neil Perry (Robert Sean Leonard) mendapatkan teman sekamar baru bernama Todd Anderson (Ethan Hawke) yang masuk ke sekolah ini dikarenakan kakaknya (Jeffery Anderson) menjadi siswa teladan sebelumnya, alasan itulah yang membuat orang tuanya memindahkan dia ke sekolah ini. Segera setelah itu lima teman lainnya ikut bergabung, mereka adalah Knox Overstreet (Josh Charles), Charlie Dalton (Gale Hansen), Richard Cameron (Dylan Kussman), Steven Meeks (Allelon Ruggiero), dan Gerard Pitts (James Waterston).

Neil dan Todd adalah anak yang mendapatkan tekanan untuk menjadi apa dari kedua orang tuanya, Neil menjadi dokter dan Todd menjadi pengacara. Namun, keduanya tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan kata hati mereka.

from googling

Dengan disutradarai oleh Peter Weir memperlihatkan tujuh siswa sebagai pemain utama sedang di kelas bersama yang lainnya untuk mengikuti pelajaran demi pelajaran yang berlangsung dengan teknik pengajaran yang sama dan terkesan membosankan. Lalu, sampailah mereka pada pelajaran Bahasa Inggris yang diajar oleh Guru Bahasa Inggris Pengganti, John Keating (Robin Williams).

Mereka dibuat tampak terkesan dengan penampilan Mr. Keating yang mengajar dengan teknik berbeda dan sesuai judulnya, Mr. Keating juga mengajak mereka untuk menyukai puisi. Pada hari pertama, Mr. Keating memulai kelas dengan menelusuri ruang kelas ke belakang dan membuka pintu belakang ruang kelas. Lalu, kembali masuk, “Ayo!” mengajak mereka mengikutinya keluar kelas dan melihat foto-foto murid lulusan lama yang tertempel di dinding. Sambil memandangi foto-foto tersebut, Mr. Keating menjelaskan bahwa anak-anak di dalam foto-foto tersebut juga seperti mereka yang penuh gairah masa muda.

from googling

Ketujuh siswa yang menjadi bersahabat tersebut suatu ketika menemukan buku tua di sekolah. mereka. Di dalam buku tersebut terdapat catatan dari Mr. Keating yang pernah memiliki klub rahasia bernama Dead Poets Society, klub yang berada di gua hutan dan mengajak anggotanya membaca puisi dan memiliki pemikiran berbeda. Sehingga, Neil beserta kawan-kawannya pun menjadi tertarik untuk membuka kembali klub ini. Dengan berdirinya kembali klub ini, perlahan demi perlahan setiap anggota mulai mendapatkan inspirasi dan pemikiran yang lebih luas. 

Mereka juga tak segan-segan mulai berani mengungkapkan isi hati mereka berkat pola pikir Mr. Keating yang selalu menginspirasi dan mendukung mereka. Namun, orang tua tidak bisa menerima begitu saja. Sehingga, terjadilah protes ke sekolah dan guru-guru yang mendengar keluhan orang tua menjadi was was. Sehingga, Mr. Keating diminta untuk menghentikan teknik pengajarannya yang dianggap tidak baik oleh pihak sekolah. Namun, Mr. Keating mengacuhkan keluhan mereka dan tetap memberi inspirasi untuk siswa-siswanya.

Suatu ketika, salah seorang siswa bunuh diri lantaran orang tuanya tidak memberinya kebebasan untuk mengikuti kata hatinya. Karena kematian siswa tersebut, keberadaan klub Dead Poets Society menjadi terungkap. Akhirnya, Mr. Keating dikeluarkan dari sekolah karena dianggap guru yang membunuh siswa yang bunuh diri tersebut.

from googling

“Pendidikan adalah belajar untuk berpikir sendiri.”

-John Keating-

FILM dengan produser Duncan Henderson ini berbicara tentang kebebasan. Kebebasan mengungkapkan ide pemikiran maupun keinginan. Selain itu, film ini juga menjadi contoh realitas di dunia pendidikan yang terjadi di sekitar bahwa pendidikan bukan melulu tentang mencari status dan juga bukan sekedar tempat untuk menghafal teori-teori. Pendidikan juga bukan tempat untuk mengedepankan keinginan orang tua yang memaksakan kehendak atau cita-citanya kepada anak-anaknya.

Karena hal-hal tersebut, pihak sekolah lebih mengedepankan nama besar sekolah ketimbang mempertahankan guru yang sangat luar biasa. Di dalam film ini, ditunjukan Mr. Keating gagal melawan sistem sekolah walaupun dia telah mampu memberikan sedikit pandangan bagi para siswanya.

from googling

Film yang diproduksi oleh Touchstone Pictures berhasil memenangi Penghargaan Oscar untuk kategori skenario asli, juga nominasi Pemeran Utama Pria Oscar (Robin Williams), Sutradara Terbaik Oscar, dan Film terbaik Oscar ini menjadi cermin bagi orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya agar tidak memaksakan kehendak dan keinginannya. Biarkan anak menemukan dan mengembangkan keinginannya sendiri. Bukan dengan menentang keinginan anak yang justru membuat anak menjadi berontak. Selain itu, bagi sekolah seharusnya sekolah mampu menjadi tempat siswa belajar dengan menyenangkan dengan guru-guru yang menginspirasi seperti Mr. Keating.

Film ini menjadi film wajib yang diputar di kelas Inggris sekolah menengah di Amerika Utara.


NOTE:
Aku menonton film lama ini satu bulan yang lalu dan baru sempat mereview sekaligus posting di sini.

35 komentar:

  1. seru juga ni film, download ah :D

    BalasHapus
  2. Dulu pernah nonton film ini pas SMA.

    Menurutku ini salah satu film terbaiknya Robin Williams, selain Patch Adams.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiih... aku tauny nih film telat berarti? Hahaha...
      :)

      Hapus
  3. "Biarkan anak menemukan dan mengembangkan keinginannya sendiri. Bukan dengan menentang keinginan anak yang justru membuat anak menjadi berontak. Selain itu, bagi sekolah seharusnya sekolah mampu menjadi tempat siswa belajar dengan menyenangkan dengan guru-guru yang menginspirasi seperti Mr. Keating."
    Setuju sih dengan apa yang kalimat tersebut maksudkan. Karena begitu cukup memperhatikan saja ketika dulu kita masih duduk di bangku sekolah menengah pertama maupun atas.

    Btw, aku belum nonton filmnya tapi. Duh, mau nonton banget terlebih ada sangkut pautnya dengan puisi gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sama. Setuju juga aku.

      Keren lho Kak, aku juga pada awalnya tertarik karena ada puisinya, eh ternyata beneran keren.

      Hapus
  4. Wahhh sepertinya film ini bagus juga ya uyk ditonton, btw ada link download filmnya ga mbak? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Finally, aku kasih link-nya itu. Semoga bisa di download ya...

      Hapus
  5. Sepertinya bisa dicoba nih, kalau begitu terima kasih ya untuk reviewnya sangat membantu sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Kakak.
      Semoga suka dengan filmnya.

      Hapus
  6. Pernah nonton film ini dulu sekali. Bagi yg suka film2 bermutu, film ini emang bagus. Tapi kalo cuma sekedar nyari hiburan, mungkin ga akan terlalu menikmati.

    Setuju bahwa anak perlu kebebasan buat menjadi diri sendiri. Ortu perlu memberi pandangan, tapi anak itu sendiri yg menentukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah... ternyata aku telat tahu film ini. Tapi, beneran film ini keren.

      Ortu seharusnya menjadi pendukung anak.

      Hapus
  7. Belum pernah nonton film ini, soalnya emang dari dulu kurang tertarik sama film genre begnian, but review nya kereenn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp Kak. Tiap orang beda-beda genre yang disuka, kalau aku memang tertarik sama film genre seperti ini.

      Wah... makasih kak pujiannya.

      Hapus
  8. kayaknya oke nih film, ntar deh cari downloadnya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak, itu linknya sudah aku masukkan juga. Maaf telat.

      Hapus
  9. Jadi pengen nonton filmnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tidak tertarik dengan filmnya.

      Hapus
    2. Semoga jadi tertarik dengan filmnya. *Ralat ya Kak

      Hapus
  10. Keren cara kamu menulis review film. aku belum bisa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, biasa saja lho kak.
      Tapi, terima kasih pujiannya Kak.
      Kakak bisa. Semangat!

      Hapus
  11. Oke, Anda berhasil membuat saya pengen nonton nih film :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi...
      Semoga tidak kecewa dengan filmnya ya.

      Hapus
  12. Yang main Robin Williams. Kereeen! Nanti coba cari filmnya ah. Bagus kayaknya ini film.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tidak kecewa dengan filmnya.
      Wah, suka juga dengan Robin ternyata. Sama kakak!

      Hapus
  13. baca reviewnya jadi pengin nonton, tapi gue prbadi kurang begitu suka sama genre ginian. ehehe.
    tp cara nulis reviewnya udah tokcer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak apa-apa Kak. Setiap orang memiliki genre yang disuka.
      Terima kasih Kak.

      Hapus
  14. WOW.
    Sebagai orang yang memiliki cita-cita menjadi pengajar, jujur aku pengen banget nonton film iniiiiiiii

    FILM LUAR PULA!
    HA!
    #PenggemarFilmBarat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dengan adanya film ini. Bisa dapat pengalamannya ya Kak.
      :)

      Hapus
  15. waaaah baguss niiih.. jadi pingin nontooon :D

    anyway salam kenal yaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tonton ya Kak! Semoga tidak kecewa dengan filmnya.

      Salam kenal juga Kak.

      Hapus
  16. film ini udah lama masuk watchlist-ku tapi belum sempat nonton. Abis baca review ini makin pengen nonton jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah... ternyata ada yang sudah pengen nonton. Semoga segera bisa nonton ya Kak.

      Hapus
  17. Film dengan latar sekolah selalu aja menarik...
    sukses banget ya film ini mengangkat isu sosial, keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada masanya film ini benar-benar sukses dan menyindir beberapa sekolah di sana.

      Yapz, general story tapi selalu menarik

      Hapus

Berjejaklah ketika berpetualang di sini.

TERIMA KASIH sudah membacaku dan telah berjejak di kolom ini.