PATAH HATI DAN TUHAN


Aku pernah patah hati (berkali-kali)
Lantas, pernahkah kamu patah hati?
Aku harap kamu tidak, jangan pernah sesekali patah hati. Karena patah hati hanya makanan mengenyangkan bagi orang-orang kuat. Ya, salah satunya aku--seseorang yang telah kamu patahkan hatinya.

Semakin hatiku patah, semakin aku kuat. Serius! Aku enggak bohong sama kamu. Tapi, tunggu! Sudah berapa perempuan yang kamu patahkan hatinya? Sampai-sampai kamu terlalu hebat dalam mematahkan hatiku. Sudah berapa lama kamu mengasah otakmu untuk mematahkan hati seorang perempuan?

Patah hati kali ini teramat sangat menyakitkan. Belum pernah aku mengenal patah hati yang seperti ini. Namun, aku tak berakhir bunuh diri. Kamu tahu kenapa? Masih banyak mimpi-mimpi yang harus kuwujudkan demi orang-orang yang aku sayangi.

Menyesal? Itu pasti. Tidak mungkin aku tidak menyesali atas kebodohanku sendiri.
Namun, meski ada banyak penyesalan tentang dirimu, berkali-kali aku bersyukur pernah mendapatkan patah hati mematikan darimu. Biarkan aku mengucapkan terima kasih untuk terakhir kalinya padamu.

Karenamu, aku semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena aku menyadari, satu-satunya pelarian terbaik manusia bukanlah kepada sesama manusia. Itu juga yang pernah kamu katakan padaku. Namun, lucunya kamu menyakiti manusia. Bagaimana kamu tak malu bertemu Tuhan dalam sujudmu sembari menyakitiku?

Ah, sudahlah. Itu cara Tuhan untuk mengingatkanku bahwa kamu bukan yang terbaik untuk menuntunku lebih dekat dengan Tuhan.

Karena Tuhan Maha Segalanya…Dan patah hati ini berakhir dengan baik.



Langit biru dan awan putih dengan matahari tepat di atas kepala, 20 Maret 2018

Terbit juga di Tumblr: einidshandy

Komentar

  1. Nek.. Di sini aja jangan main tumblr :") aku dulu kontinyu main blogspot salah satunya terinspirasi dari nenek padal :")

    Di tumblr aku gabisa komen soalnya aku gapunya akun.

    BalasHapus
  2. Ahhhhhhh :(

    Somehow this is so relatable
    Soalnya pernah...


    Ah udah ah

    Yang jelas aku paham banget ini rasanya gimana

    BalasHapus

Posting Komentar

Berjejaklah ketika berpetualang di sini.

TERIMA KASIH sudah membacaku dan telah berjejak di kolom ini.

Postingan populer dari blog ini

Review Novel: "O" Karya Eka Kurniawan

Review Novel: Cantik itu Luka Oleh Eka Kurniawan

Indie Movie: Aku Gadis Indonesia – Karya Pertama